Mengenal Bahan Kain Satin Lebih Dalam | Jenis, Karakteristik, Kelebihan, dll

Mengenal Bahan Kain Satin Lebih Dalam | Jenis, Karakteristik, Kelebihan, dll

Kain Satin – Hallo sobat Aminama.com, gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Di kesempatan ini kita akan membahas secara lengkap tentang salah satu kain yang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat gaun pengantin (baik yang mengembang maupun tidak), yaitu kain satin. Bagi sobat yang sudah pernah masuk ke dalam bisnis konveksi pasti tidak asing dengan jenis kain ini.

Bahan pembuat kain sendiri dalam ilmu tata busana sebenarnya banyak sekali jenisnya, contoh seperti kain brokat, kain batik, kain crepe, kain cotton, dll. Salah satu yang cukup populer yaitu bahan kain satin.

Mau tau seperti apa kain satin yang cukup populer ini? Yuk langsung saja di simak ulasan berikut ini.

Check it out.

Pengenalan Kain Satin

harga bahan satin velvet per meter
sumber gambar: washingfactory.com/

Kain satin adalah suatu jenis dari bahan kain yang pembuatannya melalui proses tenun dengan menggunakan teknik weave atau teknik serat filamen. Karena proses inilah kain ini memiliki tekstur kain yang nampak mengkilap atau glossy.

Mungkin beberapa di antara sobat pembaca masih bertanya-tanya, “Apa sih satin itu sebenarnya?”

Sebenarnya satin itu bukanlah nama kain ataupun serat (fiber). Satin sendiri merupakan nama metode dalam pembuatan kain dengan cara proses ditenun (serat filamen) yang disebut dengan teknik satin. Karena nama teknik satin inilah masyarakat umumnya menyebut kain ini dengan kain satin.

Satin sendiri mulai diperkenalkan di daerah Eropa sekitar awal abad ke-20. Pada saat itu masyarakat sekitar sudah mengenal bahan sutra.

Jika di lihat sepintas, kain satin dan kain sutra memiliki ciri khas yang mirip, akan tetapi keduanya menggunakan serat bahan yang berbeda. Kain satin sendiri bahan dasarnya bisa menggunakan serat buatan polyester, nilon atau sutra, sedangkan kain sutra bahan dasarnya yaitu serat alami dari ulat sutra (sutera).

Meskipun kedua jenis bahan ini memiliki sifat yang lembut saat disentuh, akan tetapi tekstur sutra lebih lembut dari satin. Beberapa orang juga menganggap bahan satin disamakan dengan maxmara lotus, walaupun pada kenyataanya cukup berbeda.

Belakangan ini bahan satin menjadi kain yang cukup populer di kalangan kaum hawa. Beberapa orang mempercayai kain ini memancarkan aura glamor, feminim, dan lebih sensual.

Bahkan ada pepatah yang mengatakan jika wanita ingin menonjolkan sisi sesualitasnya tanpa mengumbar aurat tubuh, kenakanlah busana dari kain satin. Wih, jadi pengen punya kain satin kan, haha.

Biasanya bahan kain satin digunakan untuk membuat blus (blouse) ataupun kemeja wanita. Hal ini karena bahannya yang terasa lebih nyaman saat menyentuh kulit dan sangat cocok untuk digunakan saat formal (baik untuk bekerja di kantor, rapat, dll) ataupun acara non-formal.

Selain itu, pakaian dari kain satin juga banyak digunakan sebagai dress pesta, piyama, robe/kimono, dan masih banyak lagi.

12 Jenis Kain Satin di Indonesia

Beberapa pabrik konveksi biasanya menggunakan bahan satin sebagai bahan dasar furing (kain pelapis), clutch (tas genggam), aksesoris fashion ataupun kain penghias rumah. Kain satin sendiri memiliki banyak sekali jenisnya yang ada di pasaran.

Berikut ini jenis-jenis bahan kain satin di Indonesia dan gambarnya.

1. Kain Satin Duchesse atau Bridal

Jenis Duchesse
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Jenis satin duchesse atau duchess adalah salah satu jenis bahan yang sering digunakan sebagai dasar membuat baju pengantin satin atau dress mewah.

Dalam bahasa Prancis, kata duchesse memiliki makna yang berarti bangsawan, oleh karenanya kain duchesse sangat bagus untuk digunakan untuk pakaian acara-acara besar seperti pernikahan (wedding dress with sleeves) untuk menampilkan kesan mewah dan anggun.

Beberapa orang sering menyebut kain ini dengan sebutan kain bridal atau kain tafeta. Bahan kain ini memiliki karakteristik yang kaku, agar berat, dan mengkilat. Menurut sebagian orang, harga kain ini tergolong cukup mahal untuk yang kualitas premium.

2. Jenis Kain Satin Cloth

jenis satin cloth bahan wol sintetis
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Jenis kain ini biasanya dikenal dengan nama “satin de laine”, yang artinya satin wol. Satin cloth proses pembuatannya menggunakan wol Prancis yang di tenun dengan menggunakan teknik satin. Biasanya untuk jenis satin yang ini digunakan untuk membuat gaun maupun blouse.

Jenis satin cloth memiliki beberapa karakteristik yaitu sisi bagian luar dari bahan terasa lebih halus, bahannya glossy atau mengkilap, dan bahannya memiliki sifat yang kuat serta awet.

3. Jenis Kain Sateen

jenis kain sateen
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Pada jenis kain sateen ini menggunakan bahan dasar rayon ataupun katun dalam proses pembuatannya. Biasanya orang-orang menganggap kain ini adalah satin. Padahal jika kita amati lebih teliti lagi, kedua kain ini memiliki karakter yang berbeda.

Memang benar kedua bahan ini menggunakan teknik weave dalam proses pembuatannya, sehingga memiliki karakteristik bahan yang mengkilap atau glossy. Akan tetapi jika sobat lihat dari penggunaan serat bahannya, satin menggunakan serat filamen  (contohnya seperti bahan polyester, sutra ataupun nilon).

Berbeda halnya dengan sateen yang menggunakan serat short-stap ataupun cotton.

4. Jenis Kain Satin Kahantex

Jenis Satin Kahantex
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Jenis satin kahantex merupakan jenis bahan yang biasa digunakan untuk kebutuhan dekorasi furniture, pelengkap ruangan, maupun hiasan.

Kain ini memiliki karakter serat bahan yang agak kaku, tebal dan kurang cocok untuk dibuat menjadi pakaian. Jenis ini lebih cocok digunakan untuk kerajinan pernak-pernik dan sejenisnya.

5. Jenis Kain Satin Clarisa (Horden)

jenis satin clarissa
sumber gambar: Tokopedia.com

Jenis bahan satin selanjutnya yaitu satin clarisa. Pada jenis satin claris, biasanya sering digunakan untuk bahan kelambu pesta (horden). Tidak jarang juga ada yang menggunakan bahan kain ini untuk membuat bawahan (rok) maupun kebaya modern.

Dari segi harga, bagi konveksi yang meng-garap kain clarisa sebagai bahan produksi, tergolong kain yang murah. Jenis satin clarisa memiliki karakteristik bahan yang cukup unik, yaitu tipis, agak lemes, tidak kaku, dan cenderung mirip dengan satin taplak.

6. Jenis Kain Satin Faconne atau Jacquard Satin

Jenis Satin Faconne
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Jenis satin faconne merupakan jenis satin yang memiliki tekstur bermotif. Kain ini sangat cocok untuk sobat yang suka kain satin dengan motif tertentu. Meskipun beberapa orang beranggapan bahwasanya kain ini kurang cocok jika terdapat corak motifnya, akan tetapi kain ini tetap memiliki penggemar setianya sendiri.

Bahan satin jenis faconne atau yang sering disebut dengan jacquard satin memiliki karakteristik yang cukup unik, yaitu lembut dan memiliki motif pasiley, bergaris-garis, dan motif lainnya. Kain ini memiliki kualitas dan berat kain yang beragam. Jika dibandingkan dilihat dari tingkat kekakuan kainnya, satin duchesse lebih kaku dibandingkan satin faconne.

7. Jenis Kain Satin Slipper

Jenis Satin Slipper
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Bahan satin jenis slipper biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sepatu wanita maupun sepatu ballet . Kain ini memiliki tampilan yang cukup cantik sehingga ketika menggunakan sepatu dengan kain jenis ssatin slipper akan menghasilkan kesan yang anggun bagi kaum hawa, wiihh keren kan.

Jenis satin slipper memiliki kelebihan yang tidak dimiliki jenis satin lainnya, yaitu dapat digunakan untuk bahan pelapis sepatu.

8. Jenis Kain Satin Delustered

jenis satin delustered
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Dalam bahasa Prancis, kain ini disebut dengan nama peau de soire, yang artinya kulit sutra. Bahan ini agak berbeda dengan jenis satin lainnya, hal ini karena karakteristik dari satin delustered kainnya glossy pada kedua sisinya. Jenis satin delustered memiliki berat bahan yang ringan.

BACA JUGA: Bahan Kain Balotelly | Karakteristik, Kelebihan, Jenis, Harga, Cara Merawat Kain, dll

9. Jenis Kain Satin Damask

jenis damask
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Jenis satin damask mungkin menjadi salah satu bahan yang mampu memikat hati para kaum hawa. Bagaimana tidak, tekstur kain yang memiliki pola timbul yang di balut dengan motif yang anggun, akan membuat pemakainya benar-benar tampak elegan dan cantik.

Bahan kain ini menggunakan sutra yang disertai dengan desain floral yang cukup rumit.

Karakteristik dari satin jenis damask yaitu memiliki pola timbul yang terbuat dari bahan beludru. Meskipun terdapat pola dipermukaannya, satin damask masih terkesan glossy.

10. Jenis Kain Satin Silk (Satin Sutra)

Jenis Silk atau sutra
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Karakteristik dari bahan satin silk atau satin sutra yaitu bahannya adem dan jika sobat raba akan teras sangat lembut, tipis, dan glossy. Satin silk sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar pasmina ataupun kerudung segi empat.

11. Jenis Kain Satin Velvet (Double Satin)

Jenis Satin Velvet
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Jenis bahan satin velvet merupakan kombinasi bahan-bahan kaos seperti spandek jersey stela dan rayon super. Kain ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar dress pesta, pakaian untuk pernikahan (kondangan) ataupun untuk gamis.

Jika sobat hendak membuat gamis, sobat bisa menggabungkan antara bahan kaos yang bermotif dan sifat kainnya jatuh seperti spandek korea motif, serta jesey motif.

Jenis satin ini memiliki bahan dasar polyester yang tekstur permukaannya lembut dan sifat kainnya cenderung jatuh. Sifat kainnya yang agak tebal, membuat kain ini cukup sulit untuk berubah bentuk ketika digunakan.

12. Jenis Kain Satin Roberto Cavali

Jenis Roberto Cavali
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Bahan satin jenis roberto cavali merupakan kombinasi dari dua bahan yaitu satin silk dan double hycon. Jenis ini sangat cocok untuk bahan pembuat pasmina ataupun kebaya modern.

Karakteristik dari bahan satin roberto cavali ini yaitu kainnya jatuh, tebal, serat bahannya halus bahannya adem atau tidak panas, serta tidak terlalu mengkilap. Selain pasmina dan kebaya modern, jenis roberto cavali sering digunakan sebagai bahan dasar baju tidur.

Jika dibandingkan dengan jenis satin lainnya, jenis roberto cavali tergolong cukup mahal di kelasnya.

Karakteristik Kain Satin

jenis jenis kain
sumber gambar: olympics30.com

Sebenarnya setiap jenis satin memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Akan tetapi jika sobat penasaran karakteristik satin secara umumnya, berikut kami sajikan dalam list di bawah ini.

Karakteristik kain satin secara umum:

  • Memiliki tekstur permukaan yang terkesan glossy atau mengkilap
  • Memiliki sifat bahan yang sangat lembut
  • Sifat kainnya cenderung jatuh
  • Bahannya cukup adem
  • Beberapa jenis satin memiliki motif atau pola pada kainnya
  • Tampilan kain terkesan elegan dan anggun

BACA JUGA: 9+ Jenis Bahan Kain Jersey (yang Wajib Kamu Ketahui sebelum Membeli)

Kelebihan dan Kekurangan Kain Satin

jenis kain untuk dress
sumber gambar: nurulkhasanah22.wordpress.com

Sebelum memutuskan membeli jenis satin tertentu, ada baiknya sobat pembaca mengetahui keunggulan ataupun kelemahan kainnya terlebih dahulu agar sobat dapat memutuskan memilih bahan yang paling cocok untuk sobat kenakan.

Berikut kelebihan dan kekurangan dari kain satin.

Kelebihan Kain Satin

Berikut ini kelebihan dari kain satin pada umumnya.

1. Tampilannya Terkesan Mewah nan Anggun

Jenis bahan satin akan terlihat mewah, mahal dan anggun karena memiliki permukaan yang mengkilap atau glossy. Oleh karenanya bahan satin kerap kali digunakan sebagai bahan pembuat pakaian pesta maupun pernikahan.

2. Sifat Serat Bahannya Halus dan Lembut

Kelebihan bahan satin selanjutnya yaitu memiliki tekstur serat bahan yang halus. Jika sobat meraba permukaan kainnya, akan terasa sangat lembut di kulit.

3. Bahan Kainnya Ringan dan licin

Jenis kain ini memiliki sifat kain yang licin jika di sentuh dan berat kainnya tergolong ringan. Sehingga sering disebut dengan lightweight fabric.

4. Dapat Digunakan sebagai Bahan Sepatu

Beberapa jenis bahan satin seperti slipper sangat cocok digunakan untuk membuat sepatu wanita ataupun sepatu ballet. Tampilan sepatu yang dihasilkan dari bahan slipper yaitu memiliki kesan anggun dan elegan.

Kekurangan Kain Satin

Meskipun kain satin menawarkan berbagai keunggulan yang cukup memikat hati pencinta kain lembut, akan tetapi kain ini juga memiliki kekurangan atau kelemahan.

Berikut kelemahan dari kain satin.

1. Agak Sulit untuk Dijahit

Kain ini memiliki keunggulan pada sifat kainnya yang licin, akan tertapi sifat licin inilah yang juga menjadi kelemahan dari kain ini. Hal ini karena kain menjadi sulit untuk di jahit, dan diperlukan kehati-hatian yang tinggi agar jahitannya tetap lurus tanpa merusak kain.

2. Kurang Cocok untuk Pakaian Sehari-hari

Salah satu keunggulan dari pakaian berbahan satin ini yaitu tampilan kainnya yang tampak glossy atau mengkilap. Hal ini juga menjadi bumerang bagi kain ini, yang mana karena sifatnya yang glossy ini, kain satin sangat jarang digunakan orang sebagai bahan dasar pakaian sehari-hari, lebih cocok untuk acara yang formal, pesta, ataupun pernikahan.

7 Langkah Merawat Pakaian Berbahan Satin

cara merawat kain
sumber: pexels by Skitterphoto

Bagi sobat yang memiliki pakaian dengan bahan satin, ada baiknya perlu memperhatikan cara perawatannya mulai dari mencuci, menyetrika, menjemur, hingga cara penyimpanannya. Kain jenis ini juga membutuhkan sedikit perhatian khusus yang cukup berbeda dengan kain lainnya agar lebih awet.

Berikut 7 langkah mudah bagi sobat untuk merawat outfit kesayangan dengan bahan satin.

1. Mencuci Menggunakan Tangan (Manual)

Untuk mencuci serat bahan jenis satin, sebaiknya sobat mencuci menggunakan cara manual atau dengan tangan, jangan dengan mesin cuci. Saat mencuci dengan tangan pun perlu diperhatikan untuk tidak mengucek terlalu keras, agar tidak merusak serat bahan satin.

2. Saat Mencuci Pisahkan Sesuai Warna dari Bahan Satin

Untuk tips mencuci berdasarkan warna pakaian yang ini tentu beberapa dari sobat sudah pada tahu. Hal ini bertujuan agar kain tidak kelunturan dari kain lainnya.

3. Gunakan Detergen Cair saat Pencucian

Agar pakaian berbahan satin lebih awet, sebaiknya menggunakan deterjen cair khusus pakaian dengan bahan satin atau sutra (sutera). Jika sobat masih kesulitan menemukan deterjen ini, sobat bisa menggunakan baby shampoo.

4. Jangan Terlalu Lama Merendam Bahan Satin

Perlu diperhatikan ketika sobat melakukan perendaman pakaian dengan bahan satin, sebaiknya tidak di rendam lebih dari lima menit. Perendaman yang terlalu lama akan merusak serat kain dan membuat warnanya menjadi pudar.

Selain itu sobat perlu memperhatikan suhu air ketika merendam, sebaiknya jangan merendam jenis satin di suhu panas.

5. Jangan Terkena Cahaya Matahari langsung

Setelah mencuci pakaian berbahan satin, sobat bisa menjemurnya di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung agar tidak cepat pudar warnanya. Cukup dengan diangin-anginkan saja agar lebih awet warnanya.

6. Gunakan Suhu Panas Setrika yang Medium

Saat menyetrika pakaian jenis satin, sebaiknya jangan menggunakan suhu setrika yang terlalu panas. Sobat bisa menggunakan suhu medium atau cukup di steam saja. Jangan lupa untuk memberi alas kain agar setrika tidak membekas di kain.

7. Simpan di Tempat yang Sejuk

Agar bahan satin lebih awet lagi, sobat bisa menyimpannya di tempat yang sejuk, kering, dan tidak lembab agar tidak tumbuh jamur pada kainnya.

Harga Kain Satin per Meter

harga per meter
sumber: shopee.co.id

Kain satin merupakan jenis kain yang telah lama populer di kalangan kaum hawa. Kelembutan dan kesan mewah yang dipancarkan oleh kain ini ternyata mampu mengikat hati kaum hawa untuk memilikinya. Di pasaran sendiri harga kain satin bermacam-macam, bergantung dari jenis satin apa dan kualitasnya sebagus apa.

Dari data yang kami temukan di marketplace, rata-rata jenis bahan satin di banderol dengan harga antara Rp 6.000,- hingga Rp 60.000,- per meter. Beberapa penjual pun ada yang menawarkan kain ini secara roll atau kiloan. Tentu saja harga berbanding dengan kualitas kain yang ditawarkan.

Perlu diketahui, harga di atas bukanlah patokan untuk semua jenis satin dan harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, kain satin sendiri memiliki banyak sekali jenisnya dan tentu saja kualitas bahannya pun berbeda-beda.

Agar sobat tidak kecewa dengan kualitas bahan satin yang akan di beli, sebaiknya sobat mengecek ke tokonya langsung.

Sekian informasi tentang kain satin yang berhasil kami rangkum secara lengkap, semoga dengan adanya artikel ini sobat lebih mengetahui jenis dan karakteristik bahan kainnya.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply