Mengenal Rumah Adat Sulawesi Utara Lebih Dekat (Ciri Khas, Jenis, Ruangan, dll)

Mengenal Rumah Adat Sulawesi Utara Lebih Dekat (Ciri Khas, Jenis, Ruangan, dll)

Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia tentunya memiliki rumah adatnya masing-masing, begitu juga rumah adat Sulawesi Utara yang ditempati oleh masyarakat Minahasa. Hingga saat ini kebudayaan tersebut masih ada, termasuk pakaian adat yang beberapa kali ditemukan dalam versi modern.

Baju adat Sulawesi Utara terbagi atas beberapa macam, tergantung dari daerahnya masing-masing. Begitu juga dengan tarian tradisionalnya memiliki banyak ragam. Tak hanya itu, Minahasa juga dikenal akan senjata tradisionalnya yang khas dan unik yang berbeda dengan daerah lainnya. Namun pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai rumah adat yang terletak di Pulau Sulawesi ini.

Mengenal Rumah Adat Sulawesi Utara

Mengenal rumah adat sulawesi utara
polarumah.com

Rumah adat Sulawesi Utara memiliki gaya arsitektur yang mengagumkan dan terlihat sangat indah. Bagian depan rumah adatnya terlihat sangat simetris. Material yang digunakan pun berasal dari bahan-bahan alami, contohnya untuk konstruksi menggunakan kayu sedangkan bagian atapnya menggunakan daun rumbia.

Konsep rumah adat ini sama seperti rumah adat kebanyakan, yaitu rumah panggung dengan dominasi tiang penyangga. Adapun jumlah tiang penyangganya berjumlah sekitar 16-18 buah. Salah satu keunikan dari rumah suku Minahasa ini yaitu tiang yang dipasang tidak boleh disambungkan.

Meskipun demikian, konstruksi bangunan ini tetap kokoh.

Pada bagian depan rumah terdapat dua tangga yang berada di sebelah kanan dan kiri. Jendela pada rumah adat dibuat sangat banyak dengan tujuan agar sirkulasi udaranya dapat bekerja dengan baik.

Di sisi lain, sirkulasi udara yang bagus akan membuat orang betah dan nyaman untuk tinggal dalam rumah tersebut.

Dalam sejarah pembangunan rumah adat masyarakat Minahasa, dahulunya hanya terdapat satu ruangan saja. Misalkan ada ruangan lain, maka akan dibatasi oleh tikar yang digantung dengan menggunakan tali rotan atau ijuk.

Namun seiring berjalannya waktu, kini telah mengalami beberapa perubahan sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakatnya.

Jenis Rumah Adat Sulawesi Utara

Berikut beberapa jenis rumah adat di Sulawesi Utara yang kami rangkum untuk Anda.

Rumah Adat Walewangko (Rumah Pewaris)

Rumah adat walewangko sulawesi selatan
tribunnews.com

Nama rumah tradisional Sulawesi Utara ini berasal dari unsur kata wale dan bale yang berarti tempat tinggal yang digunakan untuk berbagai kegiatan bersama dengan keluarga. Sedangkan Walewangko memiliki makna pewaris. Artinya adalah rumah tersebut diwariskan secara turun-temurun. Apabila pemilik rumah telah meninggal, anaknya nantinya akan ditunjuk sebagai ahli waris atau pewarisnya.

Ciri khas rumah adat Walewangko Sulut adalah terdapat pada ornament di dalamnya. Secara umum setidaknya ada tiga gambar atau corak ornamen, yaitu corak flora, fauna dan alam.

Bagi masyarakat Minahasa, ketiga corak tersebut memiliki filosofis yang didapatkan dari pendahulunya.

Bagian Depan Rumah

Bagian depan rumah tradisional Walewangko
id.pinterest.com
  • Lesar

Lesar merupakan ruangan yang berada di bagian depan yang dibatasi oleh dinding di sekitarnya. Ruangan ini terlihat menyerupai beranda. Umumnya ruangan depan ini ditempati oleh kepala suku dan pemangku adat ketika keduanya menyampaikan pidato atau maklumat di depan umum atau penduduknya.

  • Sekay

Istilah sekay pada masyarakat Sulawesi Utara dapat diartikan sebagai serambi rumah. Jika lesat berada sedikit lebih dalam dari pintu rumah, untuk sekay ini berada tepat di belakang pintu rumah.

Sekay memiliki fungsi sebagai ruang untuk menjamu tamu ketika di rumah tersebut tengah mengadakan suatu acara. Di sisi lain, ruangan ini juga berfungsi untuk mengadakan acara adat atau musyarawah bagi masyarakat setempat.

  • Pores

Pores memiliki kegunaan yang sama dengan ruang sekay, yakni untuk menerima tamu. Perbedaannya adalah, pores digunakan untuk menerima tamu yang masih memiliki hubungan dengan pemilik rumah.

Selain itu, pores juga bisa dialihfungsikan menjadi ruangan untuk beberapa aktivitas sehari-hari. Contohnya sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar dan sebagai tempat tamu wanita beraktivitas.

Umumnya ruangan ini akan terhubung dengan kamar tidur, ruang makan dan dapur, sehingga tamu-tamu keluarga ketika berkumpul di sini bisa diarahkan untuk makan bersama atau beristirahat di ruang tamu.

Bagian Kolong Rumah

Seperti halnya rumah tradisional suku lain, bagian kolong rumah adat suku Sulut digunakan untuk menyimpan peralatan sehari-hari dan berbagai macam barang. Contohnya adalah alat pertanian, papan, balok, kayu hingga gerobak. Hasil panen dari pertanian, cadangan makanan juga disimpan di kolong rumah ini.

Selain itu, bagi yang memiliki hewan ternak biasanya akan membuat kandang di kolong rumah ini juga. Bagian tangganya sendiri berada di sebelah depan kanan dan kiri dari rumah panggung.

Masyarakat Minahasa menganut sebuah kepercayaan bahwasanya tangga bagian depan rumah dipercaya dapat mengusir roh jahat. Apabila roh tersebut hendak memasuki rumah melalui tangga depan, maka roh tersebut akan kembali turun.

Bagian Belakang Rumah

Pada bagian belakang rumah, terdapat ruang yang digunakan untuk menyimpan berbagai alat untuk memasak, mencuci hingga peralatan makan. Sedangkan bagian atasnya terdapat soldor atau loteng yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen, contohnya seperti jagung, kelapa, padi dan sebagainya.

Rumah Adat Bolaang Mongondow

Rumah Adat Bolaang Mongondow Sulawesi Utara
tribunnews.com

Berikut beberapa jenis rumah adat boolang mongondow yang perlu Anda ketahui.

  • Komalig

Merupakan salah satu jenis rumah masyarakat Minahasa yang digunakan sebagai tempat tinggal para raja setempat atau seringkali disebut sebagai istana raja. Rumah ini hanya boleh dimasuki oleh orang-orang tertentu dan utusan raja saja.

  • Genggulang

Adalah salah satu rumah adat darurat yang dibangun di tengah-tengah hutan atau perkebunan. Di Jawa, rumah ini menyerupai gubug di sawah. Tujuannya adalah agar masyarakat yang lelah setelah mencari sesuatu di kebun atau mengurus kebun dapat beristirahat sejenak di tempat tersebut.

  • Silidan

Silidan sendiri merupakan tempat hunian masyarakat biasa yang tidak memiliki kekuasaan. Bangunan ini dibangun dikarenakan dahulunya kehidupan masyarakat Sulawesi Utara, tempat tinggalnya sesuai dengan status sosialnya.

  • Baloi

Baloi bisa dibilang merupakan jenis rumah adat masyarakat Sulawesi Utara yang mudah ditemukan dan usianya lebih tua. Ini dikarenakan rumah tersebut sudah dihuni oleh penduduk yang sudah lama tinggal di wilayah tersebut atau bisa dikatakan penduduk permanen.

  • Lurung (Laig)

Bangunan rumah ini hampir sama dengan genggulang. Perbedaannya adalah, lurung memiliki ukuran yang lebih kecil dan bentuknya lebih sederhana, namun memiliki manfaat sama, yaitu sebagai tempat istirahat sementara.

Bagian-bagian Rumah Adat Bolaang Mongondow

Bagian Rumah Tradisional Bolaang Mongondow
celticstown.com
  1. Bagian Bawah Rumah

Tersusun atas kayu yang melintang, dimana lebarnya disesuaikan dengan luas bangunan atau disebut sebagai olad. Setiap bagian dari ruangan bawah rumah, memiliki sebutannya masing-masing. Pada bagian lantai ruangan dikenal dengan talog, sedangkan tiang penyangga bangunan disebut oigi.

Ada pula bagian bagu sendi yang disebut sebagai kopatudama atau otong. Terakhir, bagian tangga serta kayu yang membujur dari arah muka rumah hingga belakang rumah disebut langko.

  1. Bagian Atas Rumah

Masyarakat setempat mengenal bagian rumah ini dengan nama katou. Sedangkan tiang raja bangunan dikenal dengan nama oigi binubungan, kayu bumbungan disebut sebagai bindubungan.

Pada bagian atas rumah terdapat kayu penyangga dengan posisi miring yang berada di antara kayu bunbungan dan kayu tiang raja.

Kayu penyangga yang posisinya miring tersebut dikenal sebagai bentaga. Sedangkan  kayu penyangga atapnya, yang dikenal dengan lotad. Bagian atap rumah biasanya tersusun atas daun nipah atau rumbia yang disebut sebagai atop.

  1. Bagian Tengah Rumah

Pada bagian tengah rumah, terdapat baratan yang merupakan kayu dengan posisi yang membujur dari muka rumah hingga belakang rumah. Ada juga solabako yang merupakan tiang penyangga rumah, serta pangarian yang merupakan kayu yang posisinya melintang diantara tiang rumah.

Dan yang terakhir terdapat pintu dan dinding rumah, yang dikenal sebagai dopi.

Pada umumnya pintu rumah berasal dari bahan alam seperti papan, bambu, kayu nibung ataupun kayu biasa. Apabila terbuat dari kayu atau papan, maka lebarnya 30 cm, dengan panjang 2-3 meter dan tebalnya mencapai 2 cm.

Sedangkan untuk dinding rumah biasanya berasal dari bambu atau kayu nibung. Bagian lantainya pun juga terbuat dari bahan bambu atau kayu nibung.

Di ruang tengah rumah ini terdapat tangga yang sejajar dengan pintu utama rumah yang berada di serambi muka rumah.

Sekian informasi mengenai rumah adat Sulawesi Utara, semoga dengan mengenal rumah tradisional warisan bangsa Indonesia ini akan menambah kecintaan kita terhadap Tanah Air. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply