4 Teknik Dasar Olahraga Lompat Tinggi (Dilengkapi Gambar dan Video)

4 Teknik Dasar Olahraga Lompat Tinggi (Dilengkapi Gambar dan Video)

Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) atletik yang sudah mendunia. Untuk menjadi ahli dalam bidang ini, diperlukan penguasaan teknik dasar lompat tinggi yang baik dan benar.

Bagi pemula, cabor ini tergolong cukup susah untuk dilakukan, karena membutuhkan kekuatan otot kaki sebagai tumpuan dan juga otot perut untuk bisa mencapai ketinggian maksimal. Selain itu dibutuhkan juga latihan yang rutin agar atlet menemukan pola lompatannya.

Bagi sobat yang masih bingung mengenai teknik dasar dari olahraga lompat tinggi, artikel ini akan menjadi referensi yang sangat bagus untuk dapat dipraktikkan.

Yuk langsung saja kita simak ulasan yang disertai gambar dan video berikut.

Check it out.

Pengertian dan Sejarah Singkat Lompat Tinggi

Pengertian dan Sejarah Singkat Lompat Tinggi
Sumber gambar: Pixabay.com, by skeeze

Salah satu cabang olahraga atau cabor atletik melompat dunia (selain lompat jauh dan lompat jangkit) yang kerap kali dilombakan dalam kompetisi internasional yaitu lompat tinggi.

Olahraga ini bertujuan untuk menguji keterampilan pelompat untuk dapat melewati tiang mistar dengan ketinggian tertentu.

Dalam kompetisi internasional, tinggi minimal tiang mistar yaitu 2,5 meter dengan panjang minimal 3,15 meter.

Sejarah kompetisi lompat tinggi, dimulai sejak abad ke-19 di Skotlandia. Pada masa itu, gaya lompat tinggi yang pertama kali dipertandingkan yaitu gaya gunting, yakni dengan cara melompat setinggi-tingginya dan mendarat di tanah yang berumput dengan cara membelakangi.

Rupanya gaya tersebut kerap kali menyebabkan cedera yang cukup serius bagi atlet. Oleh karenanya untuk meminimalisir cedera dari atlet, diberi tambahan matras sebagai area pendaratan.

Pada abad ke-20, gaya lompat tinggi dimodifikasi oleh warga Irlandia-Amerika, Michael Sweeney, tepatnya pada tahun 1895.

Michael Sweeney berhasil memodifikasi gerakannya dengan melakukan lompatan setinggi 1,97 meter menggunakan gaya eastern cut-off.

Selanjutnya pada tahun 1912, seorang warga negara Amerika, George Horine, berhasil mengembangkan gaya lompat tinggi yang cukup efisien. Gerakan yang diberi nama gaya western roll ini mampu menghasilkan tinggi lompatan sebesar 2,01 meter pada saat itu.

Karena dianggap memiliki efisiensi gerakan yang sangat baik, gaya ini menjadi gaya andalan dalam Olimpiade Berlin pada tahun 1936.

Seiring dengan perkembangan zaman, olahraga lompat tinggi kini memiliki beberapa gaya yang cukup aman dilakukan dan sangat efisien, contoh seperti teknik straddle (gaya guling) dan teknik flop.

Teknik Dasar Lompat Tinggi

"<yoastmark

Untuk bisa menjadi atlet profesional ataupun ahli dalam cabor ini, setidaknya sobat perlu menguasai beberapa teknik dasar lompat tinggi terlebih dahulu. Seperti halnya lompat jauh, teknik dasar pada cabor lompat tinggi terbagi menjadi 4 gerakan.

Yuk kita kupas satu persatu.

1. Teknik Awalan

Teknik awalan menjadi salah satu kunci keberhasilan atlet untuk mendapatkan momen tolakan yang tepat. Pada teknik ini, sobat berlari terlebih dahulu untuk mendapatkan momentum yang cukup sebelum melakukan tolakan. Namun kecepatan larinya tidak sekencang awalan lompat jauh.

Berikut cara melakukan teknik dasar awalan lompat tinggi :

  1. Gunakan awalan berlari dengan kecepatan sedang menuju mistar dengan sudut yang tepat, sesuai dengan gaya yang akan digunakan.
  2. Ambil langkah sekitar 9 hingga 15 langkah sebelum melakukan tolakan.
  3. Gunakan kaki terkuat untuk melakukan tumpuan.

Setiap gaya lompat tinggi memiliki sudut awalan yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan momentum sebelum melakukan tolakan atau lompatan.

Pada gaya straddle, sudut awalannya yang direkomendasikan sekitar 30-35 derajat. Untuk gaya gunting dan gaya guling sisi memiliki sudut awalan sekitar 40-50 derajat.

Sedangkan untuk gaya flop sebaiknya menggunakan  sudut awalan yang lebih besar yaitu 75-85 derajat. Pastikan sobat mendapatkan sudut awalan yang terbaik dan nyaman sesuai dengan gaya lompat tinggi yang akan dilakukan.

2. Teknik Tolakan atau Tumpuan

Teknik tolakan merupakan gerakan yang dilakukan untuk mendapatkan momentum lompatan yang besar. Saat akan melakukan tolakan, usahakan menggunakan kaki yang terkuat agar mendapatkan hasil lompatan yang paling tinggi.

Untuk titik tolakan atau tumpuan, sebaiknya juga diperhitungkan. Hal ini bertujuan agar ketika melompat maupun melayang di udara, anggota tubuh tidak ada yang menyentuh mistar.

Berikut cara melakukan teknik dasar tolakan lompat tinggi :

  1. Gunakan kaki terkuat dan dominan ketika melakukan tolakan.
  2. Saat akan melakukan tolakan, condongkan badan sedikit kebelakang (tidak untuk gaya flop).
  3. Lakukan tolakan dengan cepat dan kuat untuk menghasilkan momentum lompatan yang besar.
  4. Agar lompatan yang dihasilkan maksimal, ayunkan lengan saat tolakan untuk menambah daya dorong tubuh.

3. Teknik Melayang

Teknik melayang merupakan gerakan melayang di udara setelah melakukan tolakan, dengan tujuan agar dapat melewati mistar. Setiap gaya pada lompat tinggi, memiliki tekniknya sendiri agar dapat melewati mistar tanpa menyentuhnya.

Untuk cara melakukan beberapa teknik gaya lompat tinggi tersebut, akan kita bahas pada poin “Macam Teknik Gaya Lompat Tinggi” di bawah ini.

4. Teknik Pendaratan

Teknik pendaratan merupakan salah satu teknik dasar lompat tinggi dengan tujuan untuk mendarat di atas matras dengan sempurna.

Sebenarnya teknik pendaratan ini bukanlah poin utama dalam cabor lompat tinggi, karena yang menjadi penilaian yaitu lompatan setinggi-tingginya tanpa menyentuh tiang mistar yang disediakan.

Meski demikian, pendaratan yang dilakukan setelah melakukan lompatan haruslah sempurna agar atlet tersebut tidak mendapatkan cedera saat mendarat.

Macam Teknik Gaya Lompat Tinggi

Macam Teknik Gaya Lompat Tinggi
Sumber gambar: Pixabay.com, by 3dman_eu

Dengan seiring perkembangan zaman, mulai ditemukannya beberapa teknik gaya lompat tinggi yang memiliki efisiensi jarak lompatan yang besar. Berikut macam-macam gaya lompat tinggi yang sering digunakan :

1. Teknik Lompat Tinggi Gaya Gunting

Teknik Gaya Gunting Scissors Lompat Tinggi
Sumber gambar: berbagaireviews.com

Gaya gunting merupakan teknik melayang di udara yang ditemukan oleh Michael Sweeney pada tahun 1880, sehingga sering dikenal dengan gaya Sweeney. Di tahun 1895, Michael Sweney menyempurnakan gerakan ini sehingga memiliki efisiensi lompatan yang lebih besar yang disebut dengan gaya gunting samping.

Cara melakukannya :

  1. Ambil awalan dari samping dengan sudut 40-50 derajat dari mistar.
  2. Jika menggunakan kaki kanan sebagai tumpuan, maka jadikan kaki kiri sebagai ayunan dalam meloncat.
  3. Lakukan pendaratan dengan aman dan sempurna.

Agar lebih memahami gerakannya, sobat bisa menonton video berikut :

BACA JUGA : 7 Teknik Dasar Tenis Meja (yang Mudah Dipelajari bagi Pemula)

2. Teknik Lompat Tinggi Gaya Guling Sisi (Western Roll)

Teknik Gaya Guling Sisi Western Roll Lompat Tinggi
Sumber gambar: berbagaireviews.com

Gaya guling sisi atau yang terkenal dengan nama western roll merupakan gaya lompat tinggi yang diciptakan oleh George Horine, tepatnya pada tahun 1912.

Rekor yang pernah dicapai dengan menggunakan gaya ini pada masa itu yaitu setinggi 2,03 m oleh Johnson dari Amerika. Gaya western roll ini pun dengan cepat menyebar dan banyak digunakan oleh atlet Indonesia karena dianggap lebih efisien.

Cara melakukannya :

  1. Ambil awalan dari samping dengan sudut 40-50 derajat dari mistar.
  2. Gunakan kaki yang paling dominan sebagai tumpuan saat tolakan.
  3. Ketika berada di posisi melayang, sikap badan dimiringkan dan sejajar dengan mistar.
  4. Begitu sejajar dengan mistar, kepala segera diturunkan, sehingga posisinya lebih rendah dari pinggul.
  5. Lakukan pendaratan dengan sempurna menggunakan kedua tangan atau kaki terlebih dahulu.

Agar lebih memahami gerakannya, sobat bisa menonton video berikut :

3. Teknik Lompat Tinggi Gaya Straddle

Teknik Straddle Gaya Guling Lompat Tinggi
Sumber gambar: berbagaireviews.com

Gaya straddle atau yang dikenal gaya guling perut merupakan teknik yang ditemukan oleh Jim Stewart dari Amerika pada tahun 1930.

Cara melakukannya :

  1. Ambil awalan dari samping sebesar 30-35 derajat dengan menggunakan awalan langkahnya ganjil, seperti 3, 5, 7, dst.
  2. Lakukan tumpuan dengan kaki yang terkuat.
  3. Ketika ayunan kaki telah melewati mistar, segera sikap badan dibalikkan sehingga posisi badan telungkup di udara.
  4. Usahakan posisi pantat berada lebih tinggi dari kepala.
  5. Lakukan pendaratan dengan salah satu tangan dan kaki.

Agar lebih memahami gerakannya, sobat bisa menonton video berikut :

4. Teknik Lompat Tinggi Gaya Flop

Teknik Gaya Fosbury Flop lompat tinggi
Sumber gambar: berbagaireviews.com

Teknik gaya flop atau dikenal dengan fosbury flop awalnya diperkenalkan oleh Dick Fosbury dalam Olimpiade Mexico pada tahun 1968. Dengan menggunakan teknik gaya flop, beliau berhasil menduduki peringkat pertama. Sejak saat itu banyak atlet yang mulai menerapkan teknik ini.

Di Indonesia sendiri, gaya flop sudah dikenal sejak tahun 1974. Gaya ini rupanya diadopsi oleh Suwignyo pada tahun 1987, sehingga ketika dalam perlombaan, beliau mampu memecahkan rekor yang bertahan selama 24 tahun yaitu dari 1,96 m (oleh Okamona dengan teknik gaya guling samping) menjadi 1,98 m.

Cara melakukannya :

  1. Ambil awalan dengan sudut 75-85 derajat.
  2. Saat tiga langkah terakhir, lakukan belokan ke arah titik tumpu.
  3. Ambil titik tumpuan dengan jarak 60-100 cm dari mistar
  4. Gunakan kaki terjauh dari mistar (kaki luar) sebagai tumpuan.
  5. Saat melakukan tumpuan, posisi kaki bebas (tidak perlu diayun) dan angkat lutut paha ke atas semaksimal mungkin.
  6. Saat di udara, tangan bisa diayun ke atas atau menyesuaikan gerakan.

Untuk melakukan teknik gaya flop, langkah yang digunakan berkisar 9 hingga 15 langkah. Akan tetapi atlet bisa menyesuaikan dengan kemampuan dan kenyamanan masing-masing.

Agar lebih memahami gerakannya, sobat bisa menonton video berikut :

Ukuran Lapangan Lompat Tinggi

Peraturan Lompat Tinggi
Sumber gambar: berbagaireviews.com

Lapangan olahraga lompat tinggi terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu jalur awalan, area tumpuan atau tolakan, mistar dan penyangganya, serta area pendaratan,

Jalur Awalan

Ukuran Standar Lapangan Lompat Tinggi
Sumber gambar: berbagaireviews.com

Jalur ini memiliki bentuk bujur sangkar atau setengah lingkaran dengan jari-jari sebesar 15 meter. Ini merupakan jarak minimal untuk melakukan teknik awalan.

Area Tumpuan

Daerah ini berada di sekitar depan dan bawah mistar. Area tumpuan harus datar dan tidak licin agar atlet tidak tergelincir saat menggunakannya.

Mistar dan Penyangganya

Ukuran Mistar Lompat Tinggii
Sumber gambar: gudangpelajaran.com

Ukuran standar mistar yang digunakan yaitu 3,64-4,02 m dengan berat maksimal sebesar 2,2 kg. Mistar terbuat dari metal atau kayu dengan diameter sebesar 25-30 mm.

Mistar ini disangga menggunakan dua buah penyangga mistar yang diletakkan sejajar dan jarak keduanya memiliki panjang sama dengan panjang mistar. Pada salah satu tiang, terdapat ukuran untuk menentukan tinggi mistar. Lebar penompang bilah yang digunakan yaitu 4 cm dengan panjang 6 cm.

Area Pendaratan

Area pendaratan memiliki ukuran standar yaitu luasnya 4×5 m dengan ketebalan 60 cm dan bahannya terbuat dari busa. Pada bagian atasnya ditutup oleh matras dengan ketebalan 10-20 cm.

BACA JUGA : Teknik Permainan Bola Voli Lengkap | Pengertian, Sejarah, Teknik, Peraturan, Pencipta, dll

Peraturan Umum Lompat Tinggi

Peraturan Umum High Jump
Sumber gambar: Pixabay.com, by Gerd Altmann

Dalam cabang olahraga lompat tinggi, terdapat peraturan umum yang wajib dipatuhi oleh atlet. Berikut peraturannya :

  1. Dalam ajang kompetisi lompat tinggi, atlet akan bertanding untuk bisa melewati mistar dan mencapai batas tertinggi yang bisa dilalui atlet. Peserta lompat tinggi akan berguguran hingga bertahan satu atlet yang mampu melewati mistar tertinggi.
  2. Setiap atlet yang berpartisipasi dalam kompetisi mempunyai tiga kesempatan untuk melewati mistar dengan ketinggian yang sama. Apabila gagal, maka atlet tersebut dinyatakan gugur.
  3. Teknik tumpuan atau tolakan yang dilakukan hanya boleh menggunakan satu kaki.
  4. Saat melewati mistar, peserta tidak boleh menjatuhkannya.
  5. Peserta wajib mengenakan seragam dan atribut sesuai standar aturan yang berlaku dalam perlombaan.

Sekian informasi mengenai teknik dasar lompat tinggi, apabila ada pertanyaan, sobat bisa bertanya pada kolom komentar di bawah ini.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply